Monday, 20 May 2013

POKOK NABI


Ini bukti kekuasaan Allah yang lain yang ingin ditunjukkan pada hamba-hambaNya. Pohon Nabi, atau Pohon yang pernah menaungi Nabi Muhammad Saw. dari terik matahari ini masih hidup subur di tengahpadang gersang. Padahal di sekitarnya tidak ada pohon lain. Pohon Nabi ini sudah berumur ribuan tahun, namun anehnya Pohon Nabi ini masih hidup dan berbuah sampai sekarang.


Pohon Nabi ini sekali lagi menjadi bukti kenabian Nabi Muhammad Saw. Dan sepertinya Pohon Nabi ini sengaja dibiarkan hidup oleh Allah Swt. agar menjadi pengingat, kenangan dan bukti sejarah masa lalu. Pohon ini adalah pohon yang penuh keberkahan, pohon ajaib, pohon keramat dan pohon yang aneh.

Dulu ketika Rasulullah Saw. melakukan perjalanan menuju Syam bersama Maisarah (pembantu Sayyidatuna Khadijah Ra.) untuk berdagang, Rasulullah Saw. pernah berteduh di bawah pohon ini sebelum sampai ke sana. Pada saat Rasulullah Saw. berteduh di bawahnya, dahan dan ranting-ranting pohon ini bergerak menaungi beliau Saw. dari panasnya terik matahari.




Seorang rahib (pendeta) yang melihat kejadian ini, lantas mendatangi Maisarah dan menunjukkan kepadanya pohon tempat berteduh Rasulullah Saw. itu seraya berkata: "Hanya seorang Nabi saja yang berteduh di bawah pohon itu."




Lihatlah sampai hari ini pohon tersebut tetap subur bahkan di tengah-tengah padang pasir yang kering kerontang dan tidak ada tumbuhan yang hidup seperti itu. Allah Swt. menghidupkannya dengan kehendaknya.

Inilah pohon yang memahami cinta buat Nabinya Muhammad SAW, Pohon yang diberkati.

Sampai sekarang pohon ini masih hidup di Yordania. Sebab itu ia dijuluki "the only living Sahabi" atau "sahabat Nabi yang masih hidup".

Pohon ini terletak di tengah padang pasir bernama Buqa'awiyya di negara Yordania. Dari segi geografis, ia dekat dengan kota Bosra di Suriah.





Sebagaimana kita tahu, Rasulullah SAW dua kali tiba di Bosra:

1. Ketika bersama pamannya Abu Thalib saat berumur 12 tahun & bertemu dengan Rahib Buhaira dan ketika itu Buhaira melihat tanda kerasulan beliau SAW di belakang bahu seperti tercatat dalam kitab injil tentang tanda kerasulan nabi akhir zaman.

2. Kali kedua Rasulullah SAW ke Bosra membawa barang dagangan Sayidatina Khadijah.


Dan di dalam foto ini juga, Habib Umar Benhafidz, salah seorang keturunan Rasulullah SAWmengunjungi pohon di mana kakeknya - Rasulullah SAW - pernah berada di situ.

Subhanallah…begitu indahnya jika Allah ingin menunjukkan kuasanya..

✿*~ Kalau suka entry ni, sila tekan LIKE ye...Sharing is caring ^_^ ~*✿

No comments:

Post a Comment

DOA RABITAH - DOA PENGIKAT KASIH SAYANG


[klik untuk besarkan]

Doa+Rabitah 1 Doa Rabitah

Terjemahan:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun kerana mengasihi Mu, bertemu untuk mematuhi (perintah) Mu, bersatu memikul beban dakwah Mu, hati-hati ini telah mengikat janji setia untuk mendaulat dan menyokong syari’at Mu.

Maka eratkanlah Ya Allah akan ikatannya, kekalkan kemesraan antara hati-hati ini, tunjuklah kepada hati-hati ini akan jalanNya (yang sebenar), penuhkanlah (piala) hati-hati ini dengan cahaya Rabbani Mu yang tidak kunjung malap, lapangkanlah hati-hati ini dengan limpahan keimanan dan keindahan tawakkal kepada Mu, hidup suburkanlah hati-hati ini dengan ma’rifat (pengetahuan sebenar) tentang Mu. (Jika Engkau takdirkan kami mati) maka matikanlah hati-hati ini sebagai para syuhada’ dalam perjuangan agama Mu.

Sesungguhnya Engkau sebaik-baik sandaran dan sebaik-baik penolong. Ya Allah perkenankanlah permintaan ini. Ya Allah restuilah dan sejahterakanlah junjungan Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabat baginda semuanya.”

Daripada Mu'awiyah r.a.,katanya: Rasulullah SAW bersabda: "Sesiapa yang dikehendaki oleh Allah untuk memperoleh kebaikan, maka Allah membuat ia menjadi pandai dalam hal keagamaan." (Hadis Riwayat Muttafaq 'alaih)
~Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu semua sentiasa menjadi orang-orang yang menegakkan keadilan kerana Allah, lagi menerangkan kebenaran; dan jangan sekali-kali kebencian kamu terhadap sesuatu kaum itu mendorong kamu kepada tidak melakukan keadilan. Hendaklah kamu berlaku adil (kepada sesiapa jua) kerana sikap adil itu lebih hampir kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dengan mendalam akan apa yang kamu lakukan… (Al-Maaidah 5:8)
''Aku Mencintai Orang Yang Soleh, Walaupun Aku Bukan Daripada Kalangan Mereka, Aku Membenci Orang Yang Melakukan Maksiat, Sekalipun Aku Pernah Melakukannya.''

(Imam As Syafie)
”... maka bertawakal lah kepada ALLAH, sesungguhnya ALLAH mengasihi orang yang bertawakal kepadaNya. Jika ALLAH menolong kamu, maka tiada seseorang pun yang boleh menghalang kamu, dan jika ia mengecewakan kamu, maka siapakah yang dapat menolong kamu sesudah ALLAH (menetapkan demikian) ? dan ingatlah kepada ALLAH jualah hendaknya orang yang beriman itu berserah diri...” (Ali Imran : 159-160)
"Sesungguhnya aku sedang menasihati kamu, bukanlah bererti akulah yg terbaik dlm kalangan kamu. Bukan juga yg paling soleh dlm kalangan kamu, kerana aku juga pernah melampaui batas untuk diri sendiri. Seandainya seseorang itu hanya dapat menyampaikan dakwah apabila dia sempurna, nescaya tidak akan ada pendakwah. Maka akan jadi sikitlah org yg memberi peringatan" (Imam Hasan Al-Basri)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
KLIK SINI GAK EHH..

tanpa mereka siapalah saya....:))

dr 11 /03/2011